Indomigran – Polisi di Selangor, Malaysia telah menahan 52 imigran gelap di dua lokasi terpisah dalam operasi di Kuala Langat, dekat Shah Alam, Selangor.

Dilansir dari kantor berita Malaysia, Bernama dan The Star, Sabtu (17/9/2022), Kapolsek Kuala Langat Supt Ahmad Ridhwan Mohd Nor Saleh mengatakan, 52 orang tersebut terdiri dari warga Indonesia dan Bangladesh berusia enam tahun hingga 50 tahun.

Dia mengatakan mereka ditahan di kawasan Pantai Long Beach di Morib dan di sebuah homestay di Kampung Endah, Banting oleh Batalyon IV Kopassus pada Jumat (16/9).

“Tim sedang melakukan patroli ketika menemukan 11 imigran gelap Indonesia, termasuk seorang anak perempuan, di rawa bakau di daerah itu,” kata Saleh.

Baca juga  Kisah Puluhan TKI Ilegal di Malaysia, Terusir dan Pulang dengan Hampa

“Setelah diinterogasi, tim menggerebek homestay di Kampung Endah, yang berujung pada penahanan 41 imigran gelap lainnya – 37 warga Indonesia dan empat warga Bangladesh,” imbuhnya.

“Penyelidikan awal menunjukkan bahwa tiga pria Indonesia di rumah itu diyakini sebagai ‘tekong’ yang mengatur perjalanan mereka ke Malaysia,” katanya dalam sebuah pernyataan, Sabtu (17/9/2022).

Dia mengatakan penyelidikan awal juga menemukan bahwa para imigran ilegal tersebut membayar antara RM2.000 dan RM4.500 kepada sindikat untuk pekerjaan di sektor pertanian dan konstruksi di Pahang, Kuala Lumpur dan Selangor.

Dia menambahkan, para imigran gelap itu dibawa ke kantor polisi Banting untuk diselidiki berdasarkan Undang-Undang Anti-Perdagangan Orang dan Anti-Penyelundupan Migran dan Undang-Undang Keimigrasian.

Baca juga  Petugas Berhasil Cegah Pengiriman 25 Calon PRT Ilegal ke Arab Saudi